Apa Itu Carbon Capture Storage (CCS)? Berikut Contoh Proyeknya!

Apa Itu Carbon Capture Storage (CCS)? Berikut Contoh Proyeknya!

27 Feb 2024

Apa Itu Carbon Capture Storage (CCS)? Berikut Contoh Proyeknya

Carbon capture storage atau CCS menjadi teknologi kunci dalam upaya global mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) untuk mengatasi perubahan iklim. Dengan menangkap emisi CO2 dari industri dan pembangkit listrik, CCS mencegahnya memasuki atmosfer dan menyimpannya di bawah tanah!

Bagaimana prosesnya? Apakah sudah ada percontohannya?

Pengertian Carbon Capture Storage atau CCS

Menurut Global CCS Institute dalam Prasetyo dan Windarta (2022), Carbon capture storage atau biasa disebut juga carbon capture and sequestration berperan mencegah CO2 dalam jumlah banyak terlepas ke dalam atmosfer. Teknologi ini mencakup penangkapan CO2 yang diproduksi oleh pabrik industri yang besar, mengompresnnya untuk transportasi dan kemudian memasukkannya ke dalam formasi batuan yang sangat dalam dengan hati-hati, di mana itu adalah penyimpanan permanen.

Sebagaimana diketahui, perubahan iklim membawa kita kepada banyak komitmen, regulasi, inisiatif, dan mitigasi guna mencegah dampak yang lebih buruk. Opsi mitigasi tersebut antara lain melibatkan peningkatan efisiensi energi, beralih ke bahan bakar yang kurang mengandung karbon, tenaga nuklir, sumber energi terbarukan, peningkatan reservoir biologis, dan pengurangan emisi gas rumah kaca selain CO2.

Carbon capture storage memiliki potensi untuk mengurangi biaya mitigasi secara keseluruhan dan meningkatkan fleksibilitas dalam mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Contoh dan Skema Perdagangan Karbon, Panduan Praktis untuk Carbon Offset Perusahaan Anda

Bagaimana Carbon Capture Storage Bekerja?

Paling tidak ada tiga tahapan bagaimana proses CCS bekerja, yaitu:

1. Proses penangkapan karbon dioksida untuk disimpan

Gas CO2 akan dipisahkan dari gas lain yang dihasilkan dalam proses industri, seperti yang dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan gas alam, atau pabrik baja atau semen.

2. Proses pengangkutan

CO2 kemudian dikompresi dan diangkut ke sebuah lapangan penyimpanan yang sesuai. Transportasi umumnya dilakukan melalui pipa. Penggunaan kapal sebagai transportasi juga menjadi pilihan untuk mengangkut CO2 lepas pantai.

3. Proses penyimpanan

Terakhir, setelah ditangkap dan diangkut, akhirnya CO2 disuntikkan ke dalam lapangan penyimpanan yang sesuai jauh di bawah tanah. Lapangan penyimpanan harus formasi geologi yang menjamin penyimpanan yang aman dan permanen. Penyimpanan dapat mengambil tempat di bekas ladang minyak dan gas (depleted), atau formasi garam dalam (deep saline).

Potensi CCS di Indonesia

Berdasarkan hasil penelitian Best, dkk (2011) dalam Prasetyo dan Windarta (2022), bahwa Pemerintah Indonesia seharusnya mempertimbangkan peraturan dan aspek hukum terkait operasional dan manajemen proyek CCS dalam jangka panjang.

Pemanfaatan teknologi CCS di Indonesia saat ini terfokus pada peningkatan produksi di sumur-sumur minyak dan gas yang sudah tua, tersebar di beberapa lokasi di Indonesia. Oleh karena itu, potensi penggunaan CCS di Indonesia terbukti ada, terutama dalam hal penyimpanan CO2 yang berkaitan dengan enhanced oil recovery. Namun, untuk mewujudkan potensi ini diperlukan Investasi yang besar dan pengaturan yang jelas dari pemerintah terkait CCS.

Baca juga: Pesisir Tambakrejo Enggan Tenggelam dan Upaya Kelompok CAMAR Menjaga Sisa Mangrove yang Ada

Proyek Carbon Capture Storage di Beberapa Negara

Meskipun belum ada di Indonesia, tetapi proyek CCS ini sudah berjalan di beberapa negara lain. Berikut ini 3 proyek di antaranya:

1. Petra Nova Plant, Texas, USA

Petra Nova merupakan salah satu proyek penangkapan karbon terletak di Texas, Amerika Serikat. Proyek yang diluncurkan pada tahun 2017 ini merupakan fasilitas penangkap emisi CO2 dari pembangkit listrik W. A. Parish dengan menggunakan pelarut kimia untuk memisahkan CO2 dari gas buang.

CO2 kemudian diangkut melalui pipa untuk disimpan di reservoir minyak bawah tanah. Proyek Petra Nova dapat menangkap sekitar 90% emisi CO2 yang dihasilkan oleh pembangkit listrik, setara dengan 1,6 juta ton CO2 per tahun, yang kemudian digunakan untuk enhanced oil recovery (EOR).

2. Pembangkit Listrik Boundary Dam Kanada

Pembangkit Listrik Boundary Dam di Saskatchewan Kanada merupakan proyek penangkapan dan penyimpanan karbon berukuran komersial pertama di dunia pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Proyek ini menangkap 90% emisi CO2 dari pembangkit listrik tersebut dan menyimpannya di bawah tanah.

Awalnya, salah satu pembangkit listrik di Boundary Dam menyuplai 140 MW listrik sembari menghasilkan emisi sebanyak 1,15 juta ton setiap tahun. Saat ini, unit yang sama telah terintegrasi dengan teknologi penangkapan karbon dan mampu menangkap 90% dari emisi tersebut, mengurangi emisi sebanyak 1 juta ton setiap tahun. Emisi CO2 yang ditangkap disimpan di bawah tanah, alih-alih dilepaskan atmosfer.

3. Gorgon Carbon Capture and Storage

Fasilitas gas alam cair LNG Gorgon milik Chevron Australia menyertakan sistem CCS terbesar di dunia yang dirancang untuk menangkap emisi karbon. CO2 yang terjadi secara alami akan diambil dari reservoir gas lepas pantai dan disuntikkan ke dalam formasi batu pasir raksasa yang letaknya dua kilometer di bawah Pulau Barrow.

Baca juga: Pentingnya Program CSR, Mengapa Perusahaan Harus Melakukannya?

Apakah Proyek CCS Aman?

Mengutip dari lembaga industri Global CCS Institute, CCS adalah teknologi yang terbukti telah beroperasi dengan aman selama lebih dari 45 tahun. Lembaga tersebut menambahkan bahwa semua komponen dari CCS adalah teknologi yang terbukti digunakan selama beberapa dekade dalam skala komersial. Kendati demikian, proyek penyimpanan CO2 ini mesti dimonitor secara ketat.

Tertarik Lakukan Carbon Offsetting Bersama LindungiHutan?

Hitung jejak karbon yang dihasilkan perusahaan Anda dengan carbon calculator Imbangi, lalu lakukan offsetting bersama LindungiHutan melalui penanaman mangrove! Hingga saat ini, kami telah menanam lebih dari 800 RIBU pohon di 50 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia!

Apa yang Kami Tawarkan? Hubungi Kami!







Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:

Bustomi, T., A., Kuntoro, P., (2017). Teknologi Carbon Capture And Storage (CCS) System dengan Menggunakan Metode Perancangan Pinch. Dalam Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2017. https://repository.its.ac.id/43934/1/2315105003_Undergraduate_Theses.pdf.

Prasetyo, A., W., Windarta, J. (2022). Pemanfaatan Teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dalam Upaya Mendukung Produksi Energi yang Berkelanjutan. Dalam Jurnal Energi Baru & Terbarukan Vol.3, No.3 (231-238). https://www.researchgate.net/publication/365099699_Pemanfaatan_Teknologi_Carbon_Capture_Storage_CCS_dalam_Upaya_Mendukung_Produksi_Energi_yang_Berkelanjutan

Understanding carbon capture and storage

What is carbon capture and storage?

Boundary Dam Carbon Capture Project

Boundary Dam Carbon Capture and Storage Project-Canada

Fact Sheet Gorgon Carbon Capture and Storage

Carbon Capture Projects: Success Stories from Around the World


Kategori

Lihat Cerita Lainnya

Ecolify.org For Future Worth Living
Ecolify.org For Future Worth Living Ecolify.org For Future Worth Living

Ecolify adalah platform yang memudahkan organisasi, instansi dan perusahaan untuk menjalankan projek sosial penanaman pohon secara transparan dan berkelanjutan.

Hubungi kami

email:
kartika[at]lindungihutan.com

wa / phone:
+62 813 2918 1389

location:
Jalan Lempongsari 1 No. 405, Semarang, Indonesia

legal info:
Keputusan MENKUMHAM NOMOR AHU-0003033.AHA.01.04.

Ikuti Kami

Ecolify.org For Future Worth Living     Ecolify.org For Future Worth Living     Ecolify.org For Future Worth Living

LindungiHutan c 2020 - made with conscience "for a future worth living"